Sambutan Positif Keluarga

“Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kekecewaan, kehilangan, tetapi kalau kita sabar, kita akan segera melihat bentuk aslinya – Joseph Addison”

Dulu usaha budidaya jamur tiram ini saya mulai dengan modal seadanya. Uang saku hari raya Idul Fitri dua ratus ribu rupiah saya belikan bibit jamur. Saat itu harganya dua ribu rupiah per baglog, jadi saya hanya mendapat bibit sebanyak seratus baglog. Tapi tidaklah mengapa, yang penting saya bisa memulai usaha budidaya jamur ini dengan segera, sebelum semangat saya hilang termakan waktu.

Bibit sudah didapat, namun masalah belum selesai sampai disitu saja. Harus ada kumbung untuk lokasi budidaya jamur, dan saat itu saya belum punya. Akhirnya diputuskan merombak bekas kandang ayam belakang rumah untuk digunakan sebagai kumbung jamur. Untuk menutupi keempat sisi kumbung, digunakan anyaman bambu bekas.-kandang ayam yang dimaksud hanya berupa atap dan dua buah tiang, sedangkan kandang disisi yang lainnya menempel pada tembok rumah-.

Karena saat itu saya tidak memiliki uang yang cukup, dan keluarga juga masih belum yakin bahkan cenderung pesimis, maka tidak mungkin bagi saya untuk meminta bantuan dana untuk memulai budidaya jamur ini dari mereka. Terpaksa saya sendiri yang menjadi arsitek, menjadi kuli, menjadi tukang kayu bagi kumbung jamur ini. Hingga akhirnya kumbung bisa diselesaikan dalam waktu tiga hari saja.-saat itu pengerjaan dipercepat, karena liburan hari raya hanya seminggu-

Seiring waktu berlalu, sedikit demi sedikit budidaya jamur ini mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Meskipun awalnya sempat banyak kendala teknis, namun lama kelamaan kami sudah mulai bisa mengelola usaha budidaya jamur ini.-kebanyakaan masalah yang terjadi adalah karena kurangnya pengetahuan kami tetang cara budidaya jamur yang baik-

Budidaya jamurpun semakin lama semakin stabil, meskipun hasil yang didapat belum begitu banyak -hasil yang didapat saat itu kurang lebih satu hingga dua kilogram, dengan harga jual antara sepuluh hingga duapuluh ribu per hari-, namun disisi lain budidaya jamur ini cukup mudah dilakukan, sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan energi dan kegiatan rumah tangga juga tetap berjalan baik.

kumbung jamur kami yang lama (sempit dan bejubel)

kumbung jamur yang lama, sempit dan bejubel

Sekitar enam bulan usaha berjalan, kuliah saya juga libur semester. Saya sempatkan untuk pulang beberapa minggu. Saya sangat kaget saat itu karena tiba tiba ibu bilang ingin memperbesar kumbung jamur yang telah ada.-Subhanallah, dari sikap keluarga yang awalnya cenderung pesimis, seiring berjalannya waktu dan kestabilan usaha yang terjadi, kini sikap mereka berbalik menjadi sangat mendukung-. Jadilah liburan semester kali ini saya gunakan untuk fokus membuat kumbung jamur yang lebih besar dan membuat bibit lagi yang lebih banyak.-kumbung baru yang dibuat kini kapasitasnya sekitar seribu bibit, kumbung yang lama kapasitasnya sekitar tiga ratus bibit. Saat ini kami juga mulai belajar untuk membuat bibit baglog sendiri

Alhamdulillah wa syukurilah.
Dengan kerja keras dan istiqomah, apa apa yang dulu menjadi hambatan justru akan berbalik menjadi kekuatan yang siap membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s